Indonesia Flag Orb [ R.O.O.T ]_The Stories Behind The Songs: " Think For Bell "
Thanks for Visiting Us :)

Senin, 10 Desember 2012

" Think For Bell "

Chapter 1 : Mak lampir Vs Grandonk

Banjarnegara, sebuah kota kecil di jawa tengah, yang terkenal dengan " dawet ayu " nya .Sore ini tak begitu terik, malah sejuk, udara yang begitu berbeda dengan kota kelahiran Rakha, Jakarta.

"..Huuffft..". Rakha merebahkan tubuhnya, di samping Laptop yang sedari tadi di pelototinya tanpa jenuh. Memang hanya itu 'kesibukannya'sehari-hari,setelah hampir dua minggu resmi sebagai 'pengangguran' baru di negeri ini. Dilemma yang membawanya jatuh pada keputusan pahit, mengubur mimpinya dalam-dalam. Melepas kontrak dengan salah satu Label Besar,untuk menjadi musisi 'yang sebenarnya'. Mengorbankan Angan yang selama ini ia tekuni bersama bandnya,berarti mengorbankan impian besar teman-temannya juga. Keputusan kontoversial, demi menemani sang Papa operasi hernia, yang akhirnya membuat Rakha di cap sebagai ' pengkhianat ' oleh bandnya sendiri.

"..Plup..". Nada chat facebooknya memberi kode pesan masuk.

".Hemp.. dia lagi,,,Andellaz ladyzpunk,,si gadis aneh..". Rakha membuka chatnya dengan senyum kecil.
"..Grandhonk.. lg ap..??? ". Tulis gadis belia di seberang sana,yang sudah beberapa hari ini mengisi waktu Rakha dengan chat atau comment yang kadang nyeleneh.

".. lagi OL lah Oon, dasar mak Lampir ,, :P " . Seperti biasa Rakha tak kalah iseng menjawabnya.
"..Sikah.. km tuh yg Oon,,mksdny selain itu koh ". Balas si Gadis, dengan tulisan aksen jawa ngapak, tipikal banyumasan.

Rakha memperbaiki posisinya,di ambilnya guling yang sedari tadi tergeletak diam , untuk melengkapi kesibukanya menarikan jari - jemarinya, di atas keyboard laptop Accer hitam ,sembari tengkurap. "..Hahaha.. mw tau aja ap mw tau bgt..??" balas Rakha usil.

Tak berapa lama, suara " Plup" .pun terdengar kembali.
"..Mbuh lakh..dsr grandonk jelex :P ".
"..hemp bulu ketek dr tanah kusir, biar jlk bny yg naksir hehe ." Rakha menyeloroh pesan online itu dengan pantun asal-asalan.

"..Ikh pd-ne ykin,,knp pke bulu ketek sgala, Jorok km huuu :P. ". Dan chating itupun penuh saling serang dalam canda khas asal 'jeplak'. Tapi itulah mereka yang merupakan sebagian kecil dari peselancar dunia maya, yang dengan mudahnya akrab walaupun masing-masing punya latar belakang yang masih penuh misteri.

Nama gadis itu adalah, Elevin ismi Andella. Dari sebuah perkenalan singkat dan terbilang iseng,entah siapa yang memulai duluan yang jelas mereka kian hari makin dekat. Rakha merasa penasaran dengan kepolosan gadis desa yang menyita waktunya untuk terus menjailinya dengan kekonyolan model mahasiswa stress kena ' D-O'.

"..Eh mak lampir, bagi no.pe lo donk..". Pinta Rakha di lembar chatnya.Satu hal yang sebenarnya tabu bagi cowok sekaliber Rakha di tempat asalnya.Sebagai Frontman sebuah Band yang cukup punya nama di kalangan pelajar dan mahasiswa, minta No. Handphone cewek yang baru di kenalnya beberapa lama., kesurupan Demit mana??.

Tapi hari itu Rakha menyisihkan sedikit karakter 'Prince of stage'nya. Demi rasa penasaran yang kadung menjadikannya, ' Sweet boy '.

"..Enak aj,, Wani piro..???" Tantang si Gadis.

"..Anjriiiiit...baru kali ini gue ngemis no. handphone, pake di susahin pula ..". Ujar Rakha sedikit geram, Namun rasa ingin tahu Rakha, jauh lebih besar ketimbang egonya .

"..Okee.. Kalo' ga di kasih.. w sumpahin idunk lo yg dah aneh itu bakal di tumbuhin bisul segede aqua galon selama setahun.. :P ". Rakha mengancam dengan ceplas-ceplos sekenanya.

"... Sikah.. Apa-apan .. ,,ya ud ak ksi tp jgn di sebarin ke cpa2 lho.. Awas..". Seru gadis yang di panggil mak lampir itu sedikit protes.

Tak berapa lama mereka berdua pun saling tukar no. handphone. Sejurus beberapa menit kemudian Handphone Rakhapun berdering, irama Muse " histeria ". Rakha segera memencet tombol bergambar gagang telepon warna hijau. ".. Hallo... Assalamu 'alaikum...,, hahaha.. ada apa mak lampir.. kok telepon duluan...kangen yah ma gue..??? ".

"..Wa'alaikum salam ..huuuu Dasar Grandonk.. Ge-eran banget ya kamu..hooo...". Tukas Elevin Ismi Andella, DissAgree. ".. aku cuma mau denger suara Asli kamu,, bener manusia apa bukan week ...?? ".

Rakha tergelak mendengar jawaban ngawur dari lawan bicaranya. Suaranya lembut crunchy , nadanya medok dan lucu.

"..Sikah ... Malah ketawa koh...dasar grandonk Edan..". Lanjut si "mak lampir" heran.
".. Hahaha abis... Kamu lucu bin ajaib..kayak Doraemon...". Balas Rakha tak kalah gokil.


Malam belum sepenuhnya turun , tapi bintang gemintang mulai berdatangan menghiasi cakrawala. Dan kedua mahluk hidup yang sama-sama aneh tengah larut dalam obrolan 'ngalor -ngidul' setengah waras. Seolah sudah saling kenal begitu lama, tak ada  gengsi yang menutupinya. Berkelakar dan berbagi cerita tentang kehidupan mereka yang jauh berbeda.

******************************************************************************
...............................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................


Chapter 2  : Bilik Cinta


"first meet"

"..Mas ada yang kosong...?? ". Seorang gadis dengan 'face' agak oriental membuka pintu warnet. Rakha  memandanginya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mata sebening embun dengan tatapan teduh, seulas senyum manis di bibir merah jambu tampak merekah dengan sedikit bulu tipis menghiasinya. Alisnya yang sedikit tebal terangkat. Posturnya biasa saja, Usia SMA , namun sedikit 'kontras' dengan kaos gombrong kuning corak Bali. Rakha sudah hampir dua minggu 'partime' menjadi 'operator' warnet bibinya untuk mengisi waktu luang agar lebih bermanfaat .Dan hari ini memang Rakha ada janji ketemu dengan salah satu teman ' FB' nya

"..Mas Kok bengong ...??" . Sapa si Gadis , membawa Rakha ke alam sadarnya kembali.
"..Upzzz..Sorry.. penuh..pe-nuh.. ". Jawab Rakha terbata. Gadis dengan tampilan 'Girly' yang agak memaksa itu mohon diri, simple . "..Oh.. Ya Udah.. ".

Rakha segera membuka akun 'FB'nya, kemudian ' searching ' sebuah nama 'Andellaz Ladyzpunk' . Meneliti setiap detail foto-foto yang terpampang disana , 'save image' kemudian ' zoom out' . Dalam memilih teman Rakha memang tak pandang bulu , tapi setidaknya dia tak ingin ' membeli kucing dalam karung ', jadi dia harus memastikannya.

"..Gak salah lagi..Dia..!!".Rakha membuka pintu keluar menemui si gadis yang masih berdiri mematung, sambil memainkan Hp-nya.

"Andella ya ??? .. aku Rakha al-kahfie ,,..". Tanpa basa-basi Rakha mengulurkan tangannya. Andella agak terkejut tapi segera menyambut jabat tangannya. ".. Andella,.. Elevin ismi Andella..".

"..Ma kasih dah dateng ,,..Uhm masuk yuuk ,, ". Ajak Rakha santun, mempersilakan ' Tamu yang di undangnya' masuk .Andella mengikutinya dari belakang .

"..Sorry tadi gue gak ngeh..kalo cewek yang tiba-tiba nongol di depan muka gue tuh elo..mak-lampir ".Gurau Rakha sembari mengisyaratkan tamunya duduk. Andella hanya senyum-senyum , sedikit canggung.

"..So,, inilah aku...udah ngga' penasaran lagi kan..???, Oh iya mau minum apa...?? ". Ucap Rakha sembari membuka lemari pendingin .

"..Ngga' usah repot-repot Rakha ... ,,aku  cuma mau main sebentar  kok...kebetulan tadi dari tempat temen jadi sekalian mampir..". Andella coba menolak, tapi terlambat , Rakha sudah terlanjur membuka sebotol fanta dan meletakkannya di atas meja, tepat di depan Andella.

" Alaahh..Ngga' usah isin-isin..Di luar cukup terik... kamu pasti haus... dan aku memaksa..". Rayu Rakha dengan kerlingan mata menggoda.

"..Dasar Grandhonk... iya..iya ma kasih..,,uuuhm.. ada yang kosong ngga' sih aku mau On Line, Ngga' enak kalo' cuma nongkrong di meja operator ...". Ujar Andella dengan mimik wajah sedikit memohon. 

"..Bilik 5 kosong kok..". Balas Rakha santai sambil menunjukkan , Ruang paling pojok.
Andella menghela nafas ".. Kenapa ..ngga' bilang dari tadi..huuu??? "

"..Hahaha... Sabar Non ,, Orang sabar jidatnya lebar haha.." Rakha membela diri seadanya.".. coz tadi aku pikir,,kamu kesini cuman buat ketemuan sama aku doank..". Gadis dengan rambut di kuncir kuda itu cuma menjulurkan lidahnya dengan bola mata membesar.

Andella 'log-in' dan segera membuka akun facebooknya. Tak berapa lama ia malah asik cekikikan sendiri, sambil membalas satu persatu chating teman-teman 'social network'nya.

Rakha menempelkan tangannya ke kening Andella . Dengan mengadopsi gaya seorang dokter jiwa
pada pasiennya Rakha memberikan 'testimoni'nya . " Cepet sembuh ya..." .Rakha tersenyum nakal sambil ngeloyor pergi ke meja operator.

".. Sikah... Grandhonk tuh yang gila..week... ". Andella kembali menjulurkan lidahnya. Kali ini di variasikan dengan geleng-geleng kepala mirip 'reog ponorogo' .Tarian tradisional dari jawa timur yang menggunakan topeng singa berhias burung merak, yang beberapa waktu lalu sempat di aku-aku oleh negara tetangga sebagai ' Karya ' mereka. Menyusul wayang dan beberapa warisan budaya yang telah di'embat' duluan secara paksa oleh mereka yang katanya 'serumpun' dengan kita . Ketidak-tegasan pemimpin negeri ini kadang menjadikan kekayaan alam dan budaya ibu pertiwi mudah di bajak, di curi dan di nikmati negara lain.Sumber daya alam yang berlimpah tanpa sumber daya manusia yang mumpuni secara moral dan intelektual, membuat kita seperti terjajah di negeri sendiri. 

" Next day" 


" kamu pulang sekolah bukannya pulang dulu malah langsung ke sini...,,kalo' nyokap kamu tau nti aku lagi yang jadi sasaran empuk ocehannya ".Rakha membuka botol fanta sembari menyodorkannya ke Andella.

"..Leehh.. kamu thu yha ..ribet banget.. kalo' ga boleh kesini.. ya udah aku ke tempat lain aja...!!". Andella beranjak dari tempat duduk dan mengambil tasnya. Tapi Rakha lebih dulu menahan lengannya dengan cekatan.

".. Dasar mak lampirr.. Galak beuuuddhh euuyyy... dah santai aja.. aku cuma ga' mau nyokap kamu khawatir...neng geulisss". Rakha tersenyum menenangkan , sambil mencubit pipi Andella yang masih memasang muka 'manyun' ala anak sekolah yang lagi galau.


".. Awass ahh.. Ngga usah pegang-pegang !! ". Andella menampik keras .Bibirnya semakin di monyongkan kedepan. Pertanda ia telah Ngambek dengan sukses.

"..Hahahaha..". Di perlakukan begitu malah rakha cengengesan.
"..Malah ketawa.. hooo.. dasar gendeng..". Ujar si gadis dengan  'high school uniform' itu sedikit sewot.


 Rakha masih mesam-mesem demi melihat bibir Andella yang tak kunjung kembali pada habitat aslinya .
"..K-lo di pikir- pikir Kamu thu sebenernya manis juga yah.. apa lagi kalo' bibirnya dimonyongin gitu... sayang aku males banget mikirnya hahaha...Thats great girl..really haha". Ujarnya kemudian dengan tangan mendekap mulut, menahan tawa.

Mendengar celoteh Rakha , andella makin cemberut. "..Mbuh lakh.. aku mau OL.. sana kamu jagain tuh meja Operator...weeek ".Sembari menjulurkan lidah Andella mulai sok sibuk dengan keyboard computer di depannya.


"..Heemmppp.. sekali mak lampir..tetap aja mak lampir... Hidup mak lampir..Uyeeee..!!" .
Rakha tidak menggubris malah tetap asik meledek sambil menenggak fanta yang sedianya di kasih ke Andella , si Gadis memandang dengan pandangan menerkam. Mirip burung elang yang siap menangkap mangsanya.


"..hehe iya..neh di ganti yang baru... abiz aku haus ngeliat muka kamu yang dari tadi gersang kayak gitu wakakakakak..".
Rakha ngeloyor ke lemari pendingin mengambil botol fanta , lalu mempersilakan si elang yang masih menatap tajam tanpa berkedip. "..Monggo... mbak.. seng ayu dhewe'.. koyo' wewe..haha.".Dengan cuek tanpa rasa bersalah Rakha berjalan santai ke ruang operator.

 

To be Continued ( bersambung )







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar