Indonesia Flag Orb [ R.O.O.T ]_The Stories Behind The Songs: Unreplaceable III
Thanks for Visiting Us :)

Sabtu, 01 Desember 2012

Unreplaceable III

Life For Love Or Die Be A Hero


" Rey... apakah kamu benar-benar ingin menyerah sekarang... ??? " . 

Sapaan lembut Del menghenyakan lamunanku tentang suka duka hubungan kami, selama tujuh bulan mengenalnya.

Dari tatapan matanya yang sayu.. Del menanti jawaban atas sikapku...

" Aku percaya sama kamu Rey,,... tapi adakah seseorang di hatimu yang menjadi alasan lain.. sampai kamu mau mengakhiri ini semua....??? ". Tanya Del lagi.

Aku masih tetap asik dengan kebisuan dan kebimbanganku.

"..Jangan hanya diam Rey.... jawab....!!,, atau ada yang telah berubah dari perasaanmu tentangku..setelah kamu tahu... kalau aku.... aku....". ucapannya tertahan sejenak , bulir-bulir bening kembali mengalir di pipinya. "... Kamu nyesel ya... pacaran sama aku..setelah kamu tahu... kalau aku udah ga suci lagi...?? ".
Terperanjat aku di buatnya, ku genggam tangannya, dan ku biarkan dia merebah di bahuku.

"... Bukan itu Del ,,.. bukan itu alasannya,,.. jika cuma itu penyebabnya..sudah sejak lama..aku pergi tinggalin kamu.. kesucian buat aku bukan pada raga yang bisa di sentuh siapa saja.. ,,Tapi kesucian buat aku terletak pada hati yang tulus.. seperti putih hatimu mencintaiku..,,ga' penting buat aku gimana kamu di masa lalu..aku ga' peduli... tapi yang aku peduliin adalah  masa depan kamu nantinya... ngga' mungkin kita terus-terusan hidup dalam pelarian kayak gini.. Del...".


" ..kalo' emang cuma itu alasannya.. please,, jangan minta putus lagi yah.. aku ngga' sanggup hidup tanpa kamu... Nanti kita pikirin lagi deh gimana caranya..biar kita bisa hidup tenang...I really Love You hunny ...please dont leave alone..b'coz i'm lost without you.. ". Pinta Del.

Ku kecup pelan keningnya. "..I Love You More Hunny..,, But how about Your Dad..??? . Apa kamu yakin,,.. Beliau akan berubah pikiran... dan bisa menerima aku...??? gimana cara'a...??? .

 
Untuk beberapa menit Del terdiam , Lalu kemudian matanya mulai berbinar cerah. Ada sesuatu yang asing dari dirinya. senyumnyapun tampak aneh, senyum kecil yang penuh misteri.


"..Rey..,, ga' terasa udah 7 bulanan kan kita pacaran,,..dan udah hampir seminggu kita tinggal seatap... tapi selama ini... kamu Ga pernah sekalipun menyentuhku...." . Ujar Del dengan kerlingan mata manja.

"..Lha Emang kenapa,,..??,,.Tanyaku heran."..Emang sih ga' munafik sebagai lelaki normal,,pengen banget aku nyentuh kamu...tapi aku takut kebablasan,, makanya sebisa mungkin aku tahan,,..,, .lagian aku kan udah bilang,,.. aku mencintaimu dengan hatiku.. ,,Aku memandangmu sebagai mahluk Tuhan yang harus dilindungi, Bukan sebagai benda yang bisa di manfaatkan untuk kepuasaan pribadi.. aku mencintaimu dengan menjaga kehormatanmu Dell...!!". Lanjutku kemudian.

"..Iya.. iya aku tahu.. aku percaya Rey ,,kamu beda dengan cowok lain yang pernah aku kenal,, makanya aku rela lakuin apa apa aja Buat kamu..". Senyum kecil kembali tersungging di bibirnya.

" ..Terus maksudnya apa,,kok  kamu tiba-tiba ngomong gitu...?? ".
Desakku ingin Tahu.

Del kembali tersenyum-senyum aneh. ".. Aku tahu,,mungkin kamu ga' akan setuju.. tapi apa salahnya di coba kalau ini demi kita,,.. demi Restu Papaku...,,... ". Del menarik nafas Dalam-dalam. "... Rey... ,, kalo' aku hamil anak kamu,, mungkin Papa bisa ngertiin kita dan merestui hubungan kita....maka'a please... Malem ini..kita lakuin "itu" ya...,, aku siap kok dengan segala resikonya..".

"... Hah.. Gila kamu Del...". Sontak aku terkejut. "... Bukannya ga mau,,..tapi kita belum saatnya ...,,sekalipun mengatas namakan cinta,,.Tapi jangan sampai kita terbawa ke suasana sampai menghalalkan segala cara... Jangan jadikan Cinta sebagai kambing Hitam kita untuk melakukan "itu" ,,... aku yakin kok... kalau Cinta sejati tuh ga' mungkin menghendaki jalan pintas seperti itu,,, please take the right think, before you doing something..!! Okey...??!!". Cegahku .

Del masih mencoba tenang. ".. Ya udah..ya udah.. maaf ,, ngga' usah pake urat juga kali Hunny... aku kan cuma kasih saran...,,, ok aku minta maaf ,, I stay at a wrong way.. and You save me,,..thanks,, tapi apakah kamu punya ide lain yang lebih masuk akal...,,agar kita tetap bisa..bersama..???. Sebaris tanya yang mengorek otakku untuk berpikir keras selama ini.

Kebisuan datang lagi, perlahan menyelimuti  meja kami di foodcourt Orchidpark , yang kini menjadi awal dari nestapa yang mestinya urung terjadi, Jika saja Roh cinta tak tersentuh angkuhnya dinding kenyataan.

.................................
............................................

"...Mitchiko !!!! ". Sebuah suara lantang tiba-tiba memanggil nama jepang Del.
  Laki - laki dengan setelan jas putih, berusia di atas empat puluh tahunan,  di iringi beberapa orang laki-laki , terlihat tergesa - gesa berjalan kearah kami. Dialah Mr. Jefry sukamto, ayah Del. Di belakangnya berbaris beberapa pengawalnya berpakaian safari , berkaca mata Hitam, mirip Yakuza jepang . Mungkin beliau terobsesi dengan kehidupan Gangster jepang saat pertama kali bertemu dengan ayato fujiwara, mama Del.











".. Maafkan aku Del , aku terpaksa melakukan ini demi kebaikanmu...,,masa depanmu..". Kejujuran yang pahit , Kejujuran yang membuat Del tercenggang .Menatapku tanpa suara , hening dan terluka. merasa terkhianati . Aku yang mengambil keputusan bodoh, memberitahukan keberadaan kami ke Papa Del .Dengan harapan kelak Del akan melupakanku dan hidup bahagia dengan lelaki pilihan Papanya yang jauh segala - galanya di banding aku.

".. Terima kasih...mas Rey akhirnya menyadari ini semua demi kebaikan Del ,..ayo sayang kita pulang..". Ucap Mr. Jefry sambil mengajak Del Pergi.


Del tetap terdiam di kursinya , hanya tatapan nelangsa, di iringi bulir- bulir perih yang kembali meluber di pipi lembutnya. Aku tahu hati Del pasti hancur berkeping - keping , begitupun aku.

".. Ayahmu benar Del ,, ini untuk kebaikanmu. Lagi pula Papamu berjanji akan memindahkan kuliahmu ke Boston University ,, Dengan begitu kamu akan lebih mengenal lelaki pilihan Papamu..disamping itu akan lebih mudah bagimu untuk melupakan aku..". Ucapku menghibur, mencoba tenang meski dalam dadaku bergemuruh, sakit.

Del tetap tak bergerak . Mr. Jefry sepertinya sudah mulai gelisah tak sabar. ".. Sayang,, kamu dengar sendiri kan apa yang di katakan Rey.. ini semua demi kebaikanmu...".
Del berdiri ,dengan wajah berhadapan dengan Mr. Jefry. ".. Demi kebaikan aku...atau demi menjaga reputasi Papa.... dengan rekanan bisnis Papa..??!! ".  kata-kata Del mengalir tajam .

".. Dan kamu Rey,,...kenapa kamu tega melakukan ini..setelah apa yang kita lewati bersama... ??? tak cukupkah waktu untuk mengerti perasaanku..keinginanku.. keyakinanku... untuk bisa hidup bersama kamu..?? kenapa kamu terlalu pengecut untuk memilikiku seutuhnya?? ". Emosinya sepertinya tak terbendung lagi.

".. Kenapa kalian selalu berpikir dengan sudut pandang dari diri kalian sendiri,, tanpa mempertimbangkan perasanku,,....apa kalian pikir aku akan benar-benar bahagia dengan cara yang kalian inginkan... kebahagiaan itu ada dalam hati... Bukankah aku punya hak untuk menentukan masa depan dan takdir ku sendiri..".Lanjut Del dengan terisak.".. Kenapa kalian ngga' pernah mau mengerti..?? " 

 
Del tertunduk lesu, sekuntum perih menusuk jiwanya, sebagaimana perih yang sama kurasakan membakar jantungku. Mr. jefry dan pengawalnya hanya diam . aku memberi Isyarat kepadanya untuk membiarkan kami sejenak. Papa Del mengaguk tanda setuju .

Lembut ku kecup kening Del penuh kasih. Kemudian ku angkat dagu Del perlahan. Sinar mata kami bertemu dan menyatu dalam keharuan.  Ku hapus lembut air mata yang sedari tadi di biarkan membanjiri halus pipinya. "..Jika kamu yakin kekuatan cinta kita mampu bertahan mengalahkan semuanya,,.. Aku mohon pergilah ,, setidaknya sampai kamu selesaikan kuliahmu di Boston..jaga baik-baik dirimu ..aku akan menunggumu kembali... dan berjuang disini...semoga Tuhan membuka jalan kita untuk bersama lagi kelak..".


 
Tatapan mata Del masih penuh selaput duka. "..I really love You hunny,, I'll be there for You.. aku ngga' akan kemana-mana, kita akan berjuang bersama disini ..kita pasti bisa membuktikan ke Papa.. kalau hidup kita akan terus bahagia...dan lebih baik nantinya..".

Dengan tatapan nelangsa, hati-hati ku tarik pinggul Del yang ramping dalam pelukanku. Del menyambutnya dengan melingkarkan kedua tangannya di bahuku. Dan seiring kemudian bibirku telah menyatu dalam keharuman nafas Del. Lidah kami menjelajahi masing-masing rasa yang tak terungkapkan, bertukar cerita tentang kesedihan dan pengharapan. Sebuah ciuman hangat yang bercampur manisnya luka dan melumat repihan kenangan indah yang mungkin tak kan terulang.

"..Cukup..!!.. cukup kataku..!!
Serta merta Mr.Jefry memisahkan kami. Tangannya dengan kasar  mencampakan Del dari pelukanku.

"....Kalian tak tahu diri rupanya... !! melakukan hal bodoh seperti itu di tempat umum..!! "
Matanya menatap garang ke anak Gadisnya "... Eh Adelia kamu ingin merusak reputasi Papa di muka publik hah..??!!  sejurus kemudian Ia menoleh kearahku, wajah yang tampak merah menahan amarah itu mengeluarkan telunjuknya tepat di depan wajahku. ".. Dan kau Gembel...kalau memang kau mencintai putriku... tunjukkan kalau' kau benar-benar pantas untuk menjadi menantuku... bukan seperti ini..dasar gembel tak tahu diri..!!!".

Tak terima dengan kata-kata Mr.Jefry yang semakin memojokkan ku, akupun mencoba membela diri"..Ok saya..emang gembel om...tapi saya bukan gembel yang hidup tanpa usaha.. saya bukan gembel yang ketika butuh apa-apa hanya bisa mengemis pada orang tua...saya adalah gembel yang mampu bertahan hidup di jakarta dengan kerja keras .. dan mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa harus menginjak, mengintimidasi , apa lagi merampas hak-hak orang lain...!! ". Ucapku tegas.

Dua Orang berpakaian safari lengkap dengan kaca mata hitam yang sedari tadi hanya sebagai penonton, sekarang coba mencekalku . Tapi Mr. Jefry memberi isyarat untuk melepaskanku.

"..Bagus..bagus... aku suka  laki-laki pemberani..". Ujarnya sambil menepuk-nepuk bahuku. "..Tapi kata-kata tak kan membuktikan apa pun..bahwa kau pantas memiliki anakku...". Tatapan garang menantang mencoba menelanjangi keberanianku, Dan bukan lah aku jika gentar menghadapinya.

"..Ok ,, akan saya buktikan Om...kalau saya pantas menjadi pendamping Adelia !!" . Lantang aku berujar tanpa ragu. Mr. Jefry hanya tersenyum sinis memandangku .

"..Pa..please..sekali ini aja dengerin Adel... ,,".Del mencoba menyekat kami. ".. Please..Pa.. kalau' Papa bener-bener pengen Adel bahagia,, Please ijinkan aku sama Rey hidup bersama.. adel cuma sayang sama Rey.. dan cuma Rey yang bisa bikin Adel bahagia... ".

Ternyata ucapan Del malah semakin membuat Mr.Jefry murka. ".. Dasar anak tak tahu di untung...kamu benar-benar mau menghancurkan reputasi Papa.. bawa dia !! seret bila perlu...!!". Ujarnya sembari memberi isyarat pada anak buahnya. Dan gilanya Del yang berontak di seret paksa Oleh anak buah papanya sendiri. Perlakuan Kasar seperti itu tentu memancing amarahku, siapa yang rela bila orang yang di cintainya di perlakukan kasar oleh orang Lain.

".. Wooiiii .. anjiiiiing...!!! sampah kalian semua....!!!" . Sumpah serapah, kata-kata kasar terlontar seiring tinjuku melayang ke salah satu pria Berseragam safari itu.Adu jotospun tak terhindarkan, aku yang tengah kalap membela cintaku tak peduli meski ini bukan pertarungan yang adil. Rasa sakit karena pukulan tak berarti apa - apa dibanding rasa sakit ketika  melihat orang yang kita cintai tersakiti di depan mata.

Namun seketika jerit Del menggema, sebentuk benda keras menghantamku dari belakang . Panas dan bertubi-tubi., hingga ku merasakan tubuhku terhempas roboh. Lalu dalam sekejap duniaku menjadi gelap, kosong, sunyi dan hampa.

Yang tersisa hanya jerit tangis Del memanggil-manggil namaku, namun lama - kelamaan suara itupun mengecil..kian samar....dan menghilang.........................


...............

...............

Dalam ketiadaan ku menemukan diriku tengah berada pada sebuah persimpangan.

Persimpangan yang begitu hening dan tenang.  Aku mencoba menggerakkan tubuhku , lalu tertatih mencoba bangkit dan berjalan. Tampak di hadapanku papan lusuh  di tengah persimpangan bertuliskan...
sillent road
: Life For love Or Die Be A hero .

Di antara kebimbangan angan lamat -lamat terdengar suara dari dalam hatiku yang terdalam.


"..Ini bukan akhir segalanya.. bukan saatnya menyerah...Berjuanglah Capt !!! "



......................... ...............END..................................


Written By : Rey Carolies
Fb : Rey Carolies Alkahfie
Fb page : Rey Out Of Tower [ R.O.O.T ]
twitter    : @Reycarolies

Blog of This song klik :
Rey Out Of Tower [ R.O.O.T ] songs

Kunjungi juga :
Blog artikel bermanfaat : Klik Rey Infoz

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar