Indonesia Flag Orb [ R.O.O.T ]_The Stories Behind The Songs: Unreplaceable II
Thanks for Visiting Us :)

Senin, 03 Desember 2012

Unreplaceable II


                                   Pieces of a dream



Pertemuan pertamaku dengan Adelia Mitchimori, pada sebuah café di selatan Jakarta……

7 bulan yang lalu....

masa-masa indah...saat itu....


Di bawah naungan sayap malam Jakarta, kota yang tak pernah tidur. Dan aku berada di antara mereka yang menghidupkan nuansa malam dengan alunan lagu dan dentuman sound ringan di salah satu stage sebuah cafe kecil di ibu kota negara ini.

"..Oke guys kita break sejenak.. setelah ini kita akan dihibur lagi oleh temen-temen dari Conswella di session berikutnya...tentunya di time for request..!! so...selamat menikmati santap malamnya..jangan malu-malu Kalo' mau nambah,,Coz  masih banyak menu special disini yang maknyuss lho..hehe.." seru Dian dengan tawa khasnya, yang malam itu menjadi MC untuk band kami, lalu di sambut riuh tepuk tangan dan siulan jail dari para pecinta malam.


ku sandarkan Guitar accousticku, kemudian turun panggung bergabung dengan anak-anak yang sudah terlebih dahulu menunggu di table samping stage.

"..Anjriit.. pada pegel nich badan gue...". sambut Randy si drummer yang memang bisa di bilang paling manja di antara kami.Maklum, usianya memang paling muda, masih kelas tiga SMA . Perpaduan sempurna, Pelajar bengal dan musisi kolokan.

" Ah.. dasar anak kalkun.. baru 5 lagu udah keok.. gimana mau konser bareng mick portnoy kalo' cuma segitu doank takaran semangat Lo.. ". Timpal Rico, pengisi Bass berbadan tambun,yang Masih kuliah di BSI .Randy cuma nyengir sambil memainkan stik drummnya. kemudian menenggak Mix Max Cranberrynya dengan rakus."..Haus sob..haha."

"..Iya payah Lo Rand,..dah sekolah lebih sering bolosnya dari pada masuknya lageee..main drum segitu doank aja.. capek..,,kebanyakan "ngocok" kali lo hahaha ". serbu Dika , guitaris 1 band kami,
tak mau kalah. Putra keturunan batak-padang ini sangat terobsesi dengan slash, Ex-guitaris Guns and Roses. Merasa terpojok,kali ini Randy coba membalas serangan.

"..Dari pada Elo Dik... kebanyakan Nonton Bokep tapi ga ada tempat penyaluran, malah muka Lo jadi sasaran, tempat yang subur buat para jerawat..wak.wak..wak..."

 Tepat di sebelah kanan Andika , Ahmad mubarak, guitaris 2 keturunan makasar,yang terkenal paling kalem dan sok cool cuma "urun" ketawa karena lagi asik dengerin MP3 sambil tiduran. Dan pertempuran pun berlanjut dalam damai dan tawa lepas. Kebiasaan kami "Conswella"band , saat istirahat turun panggung, di isi dengan "ceng-cengan" (saling ejek dengan tujuan bercanda) atau mencari referensi lagu. 


Diantara mereka aku yang tertua, selain sebagai vocalis, akupun yang paling banyak mencipta lagu dan mengkoordinir band, karena itu aku di sebut orang " Captain"nya anak-anak, yang biasa dipanggil  dengan singkatan" Capt " (kep) . Sebenarnya mengisi musik hanyalah side job setiap malam minggu saja, sebagai uang tambahan. Karena gajiku sebagai karyawan swasta kurang mencukupi, untuk membantu kedua orang tuaku, menyekolahkan ketiga adikku dan belum lagi membayar uang kost dan kebutuhan hidup lainya. Tapi aku sangat menikmatinya, karena musik membuat hidup jadi lebih hidup.

Sementara yang lain tengah larut dalam canda, mataku terperangkap di salah satu table sebelah barat yang berisi dua orang gadis dengan tampilan modis dan berani. Keduanya sama-sama cantik dengan mengenakan blous mini warna hitam, namun dengan corak yang berbeda. Dan perbedaan mendasar adalah yang satu berhidung pesek dan berambut ikal, Sedang yang satunya berambut lurus sebahu, berhidung mancung. Naluri lelakiku membuat bola mata ini terus mengamatinya. Tertarik pada lawan jenis,Normal.Tapi bukan itu, ada daya tarik lain yang membuatku betah berlama-lama mengaguminya. Senyumnya membuatku merasa tenang dan nyaman.


" wooii..!!" seru Dian tepat di kuping kananku, membuatku tersentak kaget.
"..Apaan sih..ngagetin aja..".protesku


Dian tersenyum,..".. kerja-kerja woiii..ngelamun mulu..2 menit lagi naik Lo,,buruan..siap-siap..!!".Aku tak bergeming, mataku masih tertuju pada hal yang sama.
"...Hempp..dasar Cowok ga bisa liat yang bening dikit langsung deh di pantengiiin teruuuss..".
Lanjut Dian.

"..Cakep juga tuh cewek...apa lagi kalo' ga pake baju ya Capt..hahaha."Tiba - tiba Randy nyelonong tepat disamping mukaku.

"Ckckck.hemp.. Dasar Cabuuul..!!". Umpatku sambil mendorong jidat si Randy.

" ..Widiiiih boleh juga tuh  cewek...pantesan si Kapten Anteng..". Tumben Ahmad si kalem ikutan nyelip.

"..Mana..mana..."
. Dika dan Rico tak mau ketinggalan."..Waoowww..sedeeep beneeer daaaah..".

 Alhasil kita berlima yang tengah asyik menikmati pemandangan nan indah, di jewer bergantian oleh Dian.
".. Dasar pada kampungan Lo yee.. 1 menit lagi stage..sempet-sempetnya pada kayak ikan cupang keracunan..melongooo aja,,kemasukan kecoa tau rasa luh..huuh..kerja-kerja-kerja ayoo..kerja!!!".

Time for requestpun di buka, beberapa audience berebut mengangkat tangannya.Termasuk wanita berambut lurus di table barat, tapi Dian memilih seorang cowok dengan rambut mohawk. Dari tampangnya sepertinya eksekutif muda atau sejenisnya," ..Ah dasar  bad rose..". keluhku pelan pada Dian.

Tembang lawas Keane " somewhere only we know"pun di mainkan.
Berurutan,..menyusul berikutnya " stop and stare"nya One republic, "look what you've done" by Jet, " wherever You will Go ", punya the Calling. Tentu saja itu semua request dari audience pria yang di pilih Dian. Aku melihat sedikit raut kecewa, wanita di seberang sana.

Setelah lagu " like a stone " Audio slave, segera aku ambil alih posisi Dian. "..Oke..oke.. perasaan dari tadi yang request cowok mulu..mana neh suaranya cewek-cewek cantik yang dateng malam ini..??". Cafe pun mulai bergemuruh dengan tepuk tangan dan teriakan audience wanita, Dian hanya diam tersenyum kecut, di wajahnya terlukis perasaan bersalah, sedang aku tersenyum penuh kemenangan.".. Oke sip..sip.. silakan kaka cantik di sebelah sana...".Tunjukku.




Tak di duga, tak hanya mengangkat tangan, tapi Gadis yang aku tunjuk dan ku curi-curi pandang dari tadi malah Maju ke depan stage. Semua sempat hening sejenak, beberapa berbisik-bisik heran.

"..Uhm gue pengen duet donk..lagu IRIS dari GooGoo Dolls..bisa..??". tanya Gadis itu.
 "..Oh..tentu bisa donk... sorry,, tapi gue juga boleh tau donk,, temen duet gue malem ini   siapa.. ?? betul ga temen-temen??" . pertanyaanku membuat susana Cafe kembali bergemuruh mengiyakan.


Gadis itu tersenyum menyodorkan tangannya "..Gue..Adelia.. ". jawabnya datar.

Aku mengulurkan tangan menyambutnya, membantu si Gadis naik ke atas stage mini, dengan tinggi tak lebih dari 50 cm dari lantai. "..Oke Guys give me applous to..Miss Adelia.. with IRIS by GooGoo Dolls..here we go!!".
tepuk tangan dan siulan jahil kembali bergaduh.

Intro accousticpun mulai ku mainkan. Sambil memainkan chords, aku sempatkan berbisik di telinga Adelia.".. Sorry Gue cuma hafal Reff nya.. songnya Elo yang nyanyi ya....".Pintaku.
Adelia tertawa kecil."..haha payah Lo.." .Dia memandangku sejenak." Ok deh..just  lets play..!!"
 singing :
And I'd give up forever to touch you
'Cause I know that you feel me somehow
You're the closest to heaven that I'll ever be
And I don't want to go home right now

And all I can taste is this moment

And all I can breathe is your life
And sooner or later it's over

I just don't wanna miss you tonight..

" Ok lets singing everyone !!" seruku
.
And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's meant to be broken
I just want you to know who I am


Itulah Awal mula pertemuanku dengan Adelia Mitchimori.


sejak hari itu,, hampir di setiap malam minggu di stage Time For Request dia berduet denganku. Di luar kegiatan pangggungpun kami mulai akrab. Terkadang Del datang ke studio tempat latihan kami, yang tidak lain dan tidak bukan adalah rumah Dika sang Gitaris sekaligus adik si manager, Rumah yang cukup besar untuk di jadikan basecamp menurutku.

Bukan hanya mengantar makanan sebagai Fans, tapi Del juga memberi masukan Referensi pada beberapa lagu ciptaanku,Dalam rangka persiapan album perdana Conswella. Anak-anakpun dengan senang hati bertukar pikiran dengan Del, yang ternyata pernah menjadi seorang Model majalah pria, tapi buat kami bukan suatu masalah. Pendapat kami saat itu menyatakan bahwa, Masing-masing manusia memiliki hak asasi dalam berkarya. Meskipun dalam hatiku sedikit menentang, tapi kala itu aku bukanlah siapa-siapa.

Kedekatanku dengan Del Ternyata membuat musik kami berkembang. Del yang memiliki banyak koneksi Event Organizer sering merekomendasikan Conswella untuk ikut pada event-event musik lokal. Hal itu mempermudah kami untuk memperkenalkan karya-karya garapan kami ke masyarakat.Hingga pada suatu waktu anak-anak mengadakan breafing darurat.

"... Capt. Gue rasa lo sama Adel ada sesuatu yang istimewa deh.. tapi ga' ada kejelasan..dari sikap Elo ke dia..?? ". Dika membuka pembicaraan.

"..Maksud Lo apa Dik..??? ". tanyaku heran.

"..Gini Capt Lo kan Udah tua...hehe  masa' Lo ga Ngeh sama Perhatian yang Adel kasih ke Elo..dan dia juga udah banyak kasih konstribusi ke Band kita dengan ikutin kita ke banyak event..Ga ada salahnya kalo' misalnya Lo jadian ama dia..". Lanjut Dika.

"..Buruan tembak,,ga' mungkin kan cewek kaya' dia Nembak duluan..??..kalo' elo ga' Mau jangan salahin gue..klo misalnya nanti si adel Gue embat ..hehe..". Randy menimpali.

"..Sialan Lo... uhm.. Gue tahu.. Lo semua mau jodohin Gue ma Adel kan..??" desakku.

".. Yee nih si aki-aki..bangor pisan ya... Lo mau Ngga'..???  kalo' mau,, tembak lah..kasian tuh cewek di gantung.. lama-lama bisa  mati bunuh diri ..trus penasaran..jadi kuntil anak ..terus Lo di gentanyangin mau lho..khii..khii...khi..". Ujar Rico dengan tampang di serem-seremin,padahal mukanya emang udah serem dari sananya.

" Ah Lo semua ada-ada aja.. santai aja napa.. kalo' emang dia suka ama Gue.. dia pasti bakal dateng wat ngomong I love You ke Gue duluan...haha. " jawabku pe-de'

"..Aaah.. kampreeet... ngarep.com.. ngimpi ga' pake tidurr dulu Lo.. ",tukas Dika.
"..Elo di dukung bukannya maju.malah jalan di tempat...yha Ga mad..??."

Ahmad mubarok hanya mengaguk-aguk sambil dengerin mp3. Jempolnya mengacung keatas, aku pikir tanda setuju. Rico mencabut earphone mp3 dari telinga Ahmad. Namun di rebut lagi oleh Ahmad.

"..Jiaaah..ne lagi..si tampang Rocker kalem...malah dengerinnya dangdut mulu..". Ejek Rico sembari menampar pelan kepala ahmad dengan buku lagu. Ahmad tetap pada posisinya malah makin asyik menggoyangkan jempolnya, sambil merem dan senyum - senyum.

"..Terus Gimana Capt. Lo sebenernya suka ngga' ma tuh cewek..?? atau.. jangan-jangan Lo homo yah..hii atuuut hahaha..", Randy bergaya seolah mau di perkosa.

" Ah Ngehe' Lo dasar Abnormal... gue gampar miskin Lo.." sergahku. " Gue..cuma belom siap aja..kan Lo tau ..seumur-umur gue ga' pernah yang namanya nembak cewek.."

"..Aahhh cement..masa' Elo kalah ma gue.. cuma ungkapin cinta aja ga berani..?? ". desak Dika lagi."..Coba latian say Love dulu aja Capt.."

 
".. Hemp..Terus Gue harus Gimana sekarang..?? masa iya  Gue harus teriak-teriak... Adeeeelll.. I looove  Youuuuu....!!!!". Seruku. Dika, Randy, Rico dan bahkan Ahmad terhenyak diam.

Ahmad melepas earphonenya..".. Sorry Capt. Lo ngomong apa barusan.. Gue kagak denger...abiss Lo klo ngomong kumur-kumur sih... ". celotehnya kemudian, yang lain mengaguk-aguk dengan tampang aneh."..Coba latian say love lagi yang bener..lebih kenceng kalo bisa ngomongnya..". Lanjut bocah makasar itu.

".. Eh... Elonya aja..yang budek..kuping pake di sumpelin kawat jemuran segala sih .."
. Jawabku ketus.

"..Aaaah Cemeeennnt... katanya Elo frontman Capt. .seorang Vocalis berbakat abad ini..nyatanya mana.. ngungkapin..perasaan cinta aja kagak berani...ini baru latian lho..gimana nanti..". kilah Ahmad lagi, yang di amini anak-anak yang lain dengan anggukan dan deheman, masih dengan tampang yang aneh.

".. Ok Guys... whatever.. gue.. emang suka sama Adel.. dan Gue...juga mulai ngerasa sayang sama dia... Dan ... seorang Rey bukanlah Orang yang cement... besok Gue bakal teriak ..biar seluruh dunia... tahu dan denger,,,suara hati Gue...". Aku mengambil nafas dalam-dalam lalu"...I... Loooove.. Youuu.. Adeeeeeelliiaaa.."!!! " seruku lantang.
 
Tiba-tiba semua hening, tak berapa lama ada yang memukul kepalaku dari belakang. sontak aku menengok dan membalikkan badan. Damn it , Betapa jantung seakan berhenti, Bingung harus bagaimana dan salah tingkah jadinya, demi melihat paras wajah yang selama ini ku kenal dekat.

"..Eh..Del.. soo..sorry..". Adelia hanya memandang, sambil memukul-mukul dadaku.
aku menoleh ke anak-anak dengan mata mengancam penuh dendam. Mereka bengong.

"..Anjrriit lo semua...Damn it !!".  Ucapku pelan ke arah anak-anak, sambil menunjukkan jari tengah. Mereka cuma cengar - cengir saling pandang.

"..sorry Dell... sorry.. dari kapan Lo disini..???". Tanyaku gugup bercampur penasaran.

Del masih tetap memandangku dengan sorotan mata setajam tadi. Tangannya juga masih memukul-mukul ringan ke dadaku.Makin bingung aku bersikap.

Sekejap kemudian,tanpa kuduga tangannya menarik tubuhku, mendekap masuk kedalam hangat peluknya. Jantungku berdegup makin kencang.
 

"..kenapa Harus besok..kamu bilang?? kenapa baru sekarang kamu teriak tanpa melihatku..??" ucapnya lirih. "..Izinkan aku mendengarnya sekali lagi.."
bibirku kelu, kehabisan kata.

Del melepaskan peluknya, memandang kedalam mataku, entah apa yang di pikirkannya saat itu. kedua tangan menggengam tanganku. Kemudian berbisik lirih .

 ".. I Just wanna hear you say.. I love you... wait this moment come.. its very long time.. ,,dasar Bodoh.." mendarat perlahan kecupan bibir lembutnya, bersama linangan airmata di pipinya, tapi ada kebahagiaan kurasakan di hatinya.

Saat itu anak-anak Conswella benar-benar menjadi penonton yang baik dengan iringan tepuk tangan dan ucapan selamat.Dan aku hanya mematung tak percaya dengan apa yang terjadi. Sedang nun jauh di dasar jiwaku , rasanya ingin meloncat kegirangan.Aneh.



Masuk kedalam kehidupannya kian membuka mataku, dibalik semua keceriaan dan gelak tawanya, Del menyimpan Rahasia yang amat kontroversial dengan apa yang terlihat dari Luar, Ia Sempat terjatuh dalam kesunyian dan keadaan minus, yang menuntunnya memilih jalan yang tidak seharusnya ia coba tempuh. Kekosongan dan ketidak harmonisan dalam lingkar keluarga menjadi penyebab utama.

Aku bersyukur, hari demi hari berlalu, perlahan kehadiranku ternyata membawa dampak positif pada hidupnya, dengan susah payah Ia mencoba bangkit dari keterpurukan dan fata morgana kebebasan yang menyesatkan. Kami saling mendukung dan menguatkan dalam berbagai hal.

Bahkan Del tak enggan meluangkan waktunya untuk bercengkerama dan berbagi dengan anak-anak jalanan yang nota bene nya selalu di pandang miring oleh sebagian orang. Padahal mereka adalah manusia dan warga negara yang memiliki hak yang sama untuk mendiami dan berkarya di negeri ini. Aku mengenal mereka dengan baik, aku pernah menjadi bagian dari mereka, jangan karena hanya perbedaan nasib menjadikan kita sombong dan merasa lebih mulia dari orang lain. Banyak pelajaran tentang hidup yang dapat kita gali dari jalanan, jika kita bisa menyikapinya dengan kerendahan hati. 

 
Hubungan aku dan Del sebenarnya sudah mencapai pada tahap menuju serius. Bahkan orang tuakupun sudah memberi dukungan penuh dan doa. Namun menyatukan dua hati dengan gaya hidup dan sisi dunia yang berbeda menuju sesuatu yang sakral, bukanlah hal yang mudah. Orang tua Del tak pernah setuju anaknya deket-dekat dengan "Gembel". Karena beliau sudah mempersiapkan seseorang yang jauh lebih baik dariku secara financial, dan mapan untuk masa depan.

 
Aku dan Del pernah mencoba berjuang dan Bertahan demi keutuhan cinta yang telah terjalin indah, hingga pada suatu saat mungkin waktu tak berpihak pada kami. Del memilih lari dari rumah dan tinggal di Orchid park apartement.

Aku cukup sadar Hidup dalam pelarian bukanlah jalan terbaik dalam menyelesaikan masalah kami.Dan aku takut akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Akupun ragu apakah aku bisa membahagiakannya dengan segala keterbatasanku ini.

" Rey... apakah kamu benar-benar ingin menyerah sekarang... ??? " . Sapaan lembut Del menghenyakan lamunanku tentang suka duka hubungan kami, selama tujuh bulan mengenalnya.

Dari tatapan matanya yang sayu.. Del menanti jawaban atas sikapku...


By : Rey carolies - ( to be continued )
Next Chapter : Unreplaceanble III / End ( Life For Love Or Die Be A Hero )Disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar